minggu dini hari;

dialog kipas angin berdecit
dingin rasa sensasi kulit
tetesan air mata tanda mengantuk
hati jadi tak tenang ketika terbentuk

kata itu
"kutunggu ya hasilnya, jangan
lupa deadline"

rasa dingin kian selimuti tubuh
kopi memang bukan lawan adzan subuh
jantung melompat ke depan melewati,
beberapa titik waktu
rasa lemas di kaki
maaf aku belum bisa berguna untukmu

aku memang sebodoh itu

 

 

 

live as a body of water

ingin menjelma menjadi sebuah ombak tenang
akan kupetakan seluruh pantai-pantai tubuhmu
selalu kembali dan kembali
membawakan beragam kerang, ikan, tenang dan afeksi
memungut sampah-sampah di terumbumu

ingin menjelma menjadi air pasang
biarkan aku melahap guratan-guratan cerita di telukmu,
menelanmu di dalam tubuhku
dan saat aku pulang
semua akan menjadi hamparan pasir basah
mengembalikan lagi bijak dan dewasamu

tak akan mati
aku adalah kekal
aku akan selalu kembali,
karena aku sudah menjadi ombak yang terjebak di pesisir

 

 

 

001

cara membunuh pacar paling kejam apa ya Pak?
apa aku harus memotong bagian-bagian tubuhnya?
menjadi ratusan kepingan kecil
lalu kusebar keempat-tempat yang ia tak sukai?

cara membunuh pacar paling kejam apa ya pak?
haruskah aku menyeret diriku,
ketempat-tempat wanita malam
habiskan uang tabungan kami
untuk kencan semalam?

cara membunuh pacar paling kejam apa ya pak?
haruskah aku bilang padanya, kalau aku mencintainya dengan sepenuh hati
namun semua perkataan itu adalah dusta, yang akan kubawa sampai mati.

 

oleh irza