Sepatah kalimatpun tak bisa kuramu

Ruang warna kuning yang perlahan meleleh
Senyum di wajah dan kaos yang basah
Perlahan terpancar
Ingatan kita yang kian memudar

Dalam temaram malam
Kulihat figur dirimu
Hanya bisa tersenyum
Dalam jalan sunyi kulanjutkan langkahku

 

 

 

Vivi

Kata-kata yang telah kumuntahkan
Tak dapat kutelan kembali
Segala pertemuan
Memang harus diakhiri dengan pergi

Mencoba corat-coret di surat
Ungkapan hati yang tersirat
Layaknya indah dirimu

 

 

 

Terserah mau kasih judul apa

Melupakan hal-hal menyakitkan
Kata-kata berwarna biru yang terlanjur tumpah
Awal dari musim penghujan
Matahari tenggelam di ufuk barat

Halaman belakang sekolah
Tawa orang-orang
Mata di sisi lain jendela
Nyanyian jangrik belalang burung

Sendirian di sudut malam
Menunggu esok hari
Perlahan didorong oleh jam berdetak
Penyesalan yang tak kunjung hilang

Maju terus pantang mundur
Jangan pedulikan apa terjadi
Aku ingin mengatakannya
Tetaplah bersama

Suatu hari nanti
Saat aku menengok kembali ke hari ini
Sehingga senyummu itu takkan pernah pudar
Sehingga hari-hari yang kita habiskan takkan pernah menghilang

 

 

oleh Awanama